MOTIVASI

This category contains 31 posts

SI PEMUDA DAN SI KEPITING

Suatu ketika di sore hari, tampak seorang pemuda sedang bermain gitar di bawah pohon yang rindang, tidak jauh dari tepi sungai.Ketika sedang asik melantunkan sebuah lagu tiba-tiba perhatiannya terarah saat mendengar kangemericik air yang terdengar tidak beraturan.Sang pemuda pun segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal.Ternyata, di sana tampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang sangat deras. Melihat hal itu, Si pemuda merasa kasihan.Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya.Melihat tangan terjulur,dengan sigap kepiting menjepit jari si pemuda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting,tetapi hati Pemuda itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.dari kejadian yang bisa membahayakan dirinya. Kemudian, dia pun melanjutkan kembali petikan gitarnya.Belum lama Dia melantunkan sebuah melodi terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai.Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama.Maka, si pemuda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.Selesai membantu untuk kali kedua,ternyata kepiting terseret arus lagi. Maka, si pemuda pun menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkakkarena jepitan capit kepiting. Ada seorang tua yang tampak bijak melihat kejadian itu kemudian Pak tua pun datang menghampiri dan menegur si pemuda,

“Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik.Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepitingengkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?””

Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda.Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih.Maka, saya tidak mempermasalahka­n jari tangan ini terlukaasalkan bisa menolong nyawa makhluk lain,walaupun itu hanya seekor kepiting,”jawab si pemuda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.

Mendengar jawaban si pertapa muda,Sambil tersenyum paktua itu memungut sebuah ranting.Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai.Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya.

“Lihat Anak Muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Maksudnya, Ada cara terbaik untuk berbuat baikkarena jika cara kita salah, perbuatan baik punakan terlihat sangat menyakitkan :

Seketika itu, si pemuda tersadar.”Terima kasih, Paman. Hari ini saya belajar sesuatu.

Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. “Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang Paman ajarkan.”

Sahabat..

.jika tujuan kamu benar-benar baik,yakni untuk menolong makhluk lain,kamu tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri.Ranting pun bisa kamu manfaatkan, betul kan ?

“Mempunyai sifat belas kasih,mau memerhatikan dan menolong orang lainadalah perbuatan mulia, entah perhatian itukita berikan kepada anak kita, orangtua,sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun.Tetapi, kalau cara kita salah, sering kali perhatianatau bantuan yang kita berikanbukannya memecahkan masalah,namun justru menjadi bumerang.Kita yang tadinya tidak tahu apa-apadan hanya sekadar berniat membantu,malah harus menanggung bebandan kerugian yang tidak perlu.

BACA JUGA:
Iklan

Ulat Kecil Yang Berani

Dikisahkan, ada seekor ulat kecil sejak lahir menetap di daerah yang tidak cukup air, sehingga sepanjang hidupnya, dia selalu kekurangan makanan. Di dalam hati kecilnya ada keinginan untuk pindah dari rumah lamanya demi mencari kehidupan dan lingkungan yang baru.

Tapi dari hari ke hari dia tidak juga memilikikeberanian untuk melaksanakan niatnya. Hingga suatu hari, karena kondisi alam yang semakin tidak bersahabat, si ulat terpaksa membulatkan tekat memberanikan diri keluar dari rumahnya, mulai merayap ke depan tanpa berpaling lagi ke belakang. Setelah berjalan agak jauh, dia mulai merasa bimbang,katanya dalam hati “Jika aku sekarang berbalik kembali ke rumah lama rasanya masih keburu, mumpung aku belum berjalan terlalu jauh. Karena kalau aku berjalan lebih jauh lagi, jangan-jangan jalan pulang pun takkan kutemukan lagi, mungkin aku akhirnya aku tersesat dan… entah bagaimana nasibku nanti!

Ketika si ulat sedang maju mundur penuh kebimbangan dan pertimbangan, tiba-tiba ada sebuah suara menyapa di dekatnya “Halo ulat kecil! Apa kabar? Aku adalah kepik. Senang sekali melihatmu keluar dari rumah lamamu. Aku tahu, engkau tentu bosan kekurangan makan karena musim dan cuara yang tidak baik terus menerus. Kepergianmu tentu untuk mencari kehidupan yang lebih baik, kan?”.

Si ulat pun bertanya kepada si kepik yang sok tau, “Benar kepik. Aku memutuskan pergi dari sarangku untuk kehidupan yang lebih baik. Apakah engkau tau, apa yang ada di depan sana?” ;
“Oh…Akutahu, jalan ke depan yang akan kau lalui, walaupun tidak terlalu jauh tetapi terjal dan berliku, dan lebih jauh di sana ada sebuah goa yang gelap yang harus kau lalui, tetapi setelah kamu mampu melewati kegelapan, aku beritahu, pintu goa sebelah sana terbentang sebuah tempat yang terang, indah dan sangat subur. Kamu pasti menyukainya. Di sana kau pasti bisa hidup dengan baik seperti yang kamu inginkan”. Si kepik dengan bersemangat memberi dorongan kepada ulat yang tampak ragu dan ketakutan.
“Kepik, apakah tidak ada jalan pintas untuk sampai ke sana?” Tanya ulat. “Tidak sobat. Jika kamu ingin hidup lebih baik dari hari ini, kamu harus melewati semua tantangan itu. Nasehatku, tetaplah berjalan langkah demilangkah, fokuskan pada tujuanmu dan tetaplah berjalan.Niscaya kamu akan tiba di sana dengan selamat. Selamat jalan dan selamat berjuang sobat!” sambil berteriak penuh semangat, si kepik pun meninggalkan ulat.

Pembaca yang budiman,
Memang benar…. kemenangan , kesuksesan adalah milik mereka yang secara sadar, tau apa yang menjadi keinginannya sekaligus siap menghadapi rintangan apapun yang menghadang serta mau memperjuangkannya habis habisan melalui cara2 yang benar sampai mencapai tujuan akhir yaitu kesuksesan. Pengertian sukses secara sederhana demikian, telah di praktekan oleh manusia sukses berabad abad lampau sampai saat ini sesuai dengan bidangnya masing2. Maka …untuk meraih kesuksesan yang maksimal, kita tidak memerlukan teori teori kosong yang rumit. Cukup tau akan nilai yang akan di capai dan take action! Ambil tindakan!

Kisah Penjual Tempe

Ada seorang hamba Tuhan (yang berasal dari Surabaya), yang menceritakan kejadian seorang ibu penjual tempe. Peristiwanya terjadi di sebuah desa di Jawa.

Pada suatu hari, seperti biasanya, pada saat ia akan pergi ke pasar untuk menjual tempenya, ternyata pagi itu, tempe yang terbuat dari kacang kedele itu masih belum jadi tempe alias masih setengah jadi. Ibu ini sangat sedih hatinya. Sebab jika dalam suasana hatinya yang sedih, si ibu yang memang aktif beribadah teringat akan firman Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan dapat melakukan perkara-perkara ajaib, bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil. Lalu iapun mengangkat kedua tangannya berdoa diantara beberapa batangan kedele yang masih dibungkus dengan daun pisang tersebut.

Tuhan, aku mohon kepadaMu agar kedele ini menjadi tempe, Amin. Demikian doa singkat si Ibu yang dipanjatkannya dengan sepenuh hatinya. Ia yakin dan percaya pasti Tuhan menjawab doanya. Lalu, dengan tenang ia menekan-nekan dengan ujung jarinya bungkusan bakal tempe tersebut. Dengan hati yang deg-deg-an ia Si Ibu tidak kecewa. Ia berpikir bahwa mungkin doanya kurang jelas didengar Tuhan. Lalu kembali ia mengangkat kedua tangannya berdoa diantara beberapa batangan kedele tersebut. “Tuhan, aku tahu bahwa bagiMu tiada yang mustahil. Tolonglah aku supaya hari ini aku bisa berdagang tempe karena itulah mata pencaharianku Aku mohon Tuhan jadilah ini menjadi tempeDengan berharap iapun kembali membuka sedikit bungkusan tersebut. Lalu apa yang terjadi? Dengan kaget ia melihat bahwa kacang kedele tersebut?????..

tempe tersebut masih tetap begitu!, Sementara hari semakin siang dimana pasar tentunya akan semakin ramai. Si ibu dengan tidak merasa kecewa atas doanya yang belum terkabul, merasa bahwa bagaimanapun sebagai langkah iman ia akan tetap pergi ke pasar membawa keranjang berisi barang dagangannya itu. Ia berpikir mungkin mujijat Tuhan akan terjadi di tengah perjalanan ia pergi ke pasar. Lalu iapun bersiap-siap untuk berangkat ke pasar.

Semua keperluannya untuk berjualan tempe seperti biasanya sudah disiapkannya. Sebelum beranjak dari rumahnya, ia sempatkan untuk mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. “Tuhan, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju pasar, Engkau akan mengadakan Mujijat buatku, Amin”. Lalu ia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan ia tidak lupa membaca doa dalam hati.

Tidak lama kemudian sampailah ia di pasar. Dan seperti biasanya ia mengambil tempat untuk menggelar barang dagangannya. Ia yakin bahwa tempenya sekarang pasti sudah jadi. Lalu iapun membuka keranjangnya dan pelan-pelan menekan-nekan dengan jarinya bungkusan tiap bungkusan yang ada.

Perlahan ia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Ternyata saudara – saudara ??? tempenya benar-benar??????? belum jadi!

Si Ibu menelan ludahnya. Ia tarik napas dalam-dalam. Ia mulai kecewa pada Tuhan karena doanya tidak dikabulkan. Ia merasa Tuhan tidak adil.

Tuhan tidak kasihan kepadanya. Ia hidup hanya mengandalkan hasil menjual tempe saja. Selanjutnya, ia hanya duduk saja tanpa menggelar dagangannya karena ia tahu bahwa mana ada orang mau membeli tempe yang masih setengah jadi.

Sementara hari semakin siang dan pasar sudah mulai sepi dengan pembeli. Ia melihat dagangan teman-temannya sesama penjual tempe yang Tempenya sudah hampir habis. Rata-rata tinggal sedikit lagi tersisa.

Si ibu tertunduk lesu. Ia seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan hidupnya hari itu. Ia hanya bisa termenung dengan rasa kecewa yang dalam. Yang ia tahu bahwa hari itu ia tidak akan mengantongi uang sepeserpun.

Tiba-tiba ia dikejutkan dengan sapaan seorang wanita. “Bu…?..! Maaf ya…, saya mau tanya. Apakah ibu menjual tempe yang belum jadi??”. Soalnya dari tadi saya sudah keliling pasar mencarinya. Seketika si ibu tadi terperangah. Ia kaget.
Sebelum ia menjawab sapaan wanita di depannya itu, dalam hati cepat-cepat ia berdoa “Tuhan?.saat ini aku tidak butuh tempe lagi. Aku tidak butuh lagi. Biarlah daganganku ini tetap seperti semula,Amin”.

Tapi kemudian, ia tidak berani menjawab wanita itu. Ia berpikir jangan-jangan selagi ia duduk-duduk termenung tadi, tempenya sudah jadi. Jadi ia sendiri saat itu dalam posisi ragu-ragu untuk menjawab ya kepada wanita itu. “Bagaimana nih ?” ia pikir. “Kalau aku katakan iya, jangan-jangan tempenya sudah jadi. Siapa tahu tadi sudah terjadi mujijat Tuhan?” Ia kembali berdoa dalam hatinya, “Ya, Tuhan, biarlah tempeku ini tidak usah jadi tempe lagi. Sudah ada orang yang kelihatannya mau beli. Tuhan tolonglah aku kali ini. Tuhan dengarkanlah doaku ini..” ujarnya berkali-kali.

Lalu, sebelum ia menjawab wanita itu, ia pun membuka sedikit daun penutupnya. Lalu??apa yang dilihatnya Saudara-Saudara….???..? Ternyata…. memang benar tempenya belum jadi Ia bersorak senang dalam hatinya. “Alhamdulillah”, katanya.

Singkat cerita wanita tersebut memborong semua dagangan si ibu itu. Sebelum wanita itu pergi, ia penasaran kenapa ada orang yang mau beli tempe yang belum jadi. Ia bertanya kepada si wanita.

Dan wanita itu mengatakan bahwa anaknya di Yogya mau tempe yang berasal dari desa itu. Berhubung tempenya akan dikirim ke Yogya jadi ia harus membeli tempe yang belum jadi, supaya agar setibanya disana, tempenya sudah jadi. Kalau Apa yang bisa kita simpulkan dari kejadian ini ?

Pertama : Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Tuhan pada waktu kita berdoa padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kita perlukan.

Kedua : Tuhan menolong kita dengan caraNya yang sama sekali di luar perkiraan kita sebelumnya.

Ketiga : Tiada yang mustahil bagi Tuhan

Keempat: Percayalah bahwa Tuhan akan menjawab doa kita sesuai dengan rancanganNya.

Tiga Hal Penting Dalam Hidup

3 hal dalam hidup yang tak pernah kembali:
1. Waktu
2. Perkataan
3. Kesempatan

Kita tak bisa memutar kembali waktu, tapi kita bisa menciptakan kenangan dengan waktu yang masih kita punya dan memanfaatkan waktu yang ada, walau sebentar, untuk menciptakan kenangan yang berarti
Time is free but it’s priceless, u can’t own it but u can use it. U can’t keep it but u can spend it =)
Kita tak bisa menarik ucapan kasar yang keluar dari mulut kita atau statement yang telah membuat harga diri kita lebih penting dari pada menariknya kembali dan mengucapkan maaf. Kita tak bisa menghapus caci maki yang telah kita katakan hingga membuat orang lain marah, terluka atau menangis.
*Tapi kita bisa membuat apa yang selanjutnya keluar dari mulut kita menjadi lebih banyak pujian dibanding caci maki, lebih banyak syukur dan terima kasih dari pada keluhan atau komplain, dan lebih banyak nasihat positif dari pada sulutan amarah

Kita tak bisa mendapatkan kembali kesempatan yang sudah kita lewatkan. *Tapi kita bisa menciptakan peluang untuk membuat kesempatan-kesempat an lain datang dalam hidup kita dengan lebih memperhatikannya
3 hal dalam hidup yang tak boleh hilang:
1. Kehormatan
2. Kejujuran
3. Harapan

Jika kita tidak memiliki uang, dan masih memiliki kehormatan, maka bersyukurlah karena kehormatan merupakan salah satu kekayaan yang masih berharga di mata orang lain. Jika kita telah kehilangan kehormatan dan ingin memulihkannya, maka pergunakanlah kejujuran untuk meraih kehormatan kita kembali karena orang-orang yang jujur adalah orang-orang yang terhormat.
Jika kita telah kehilangan kehormatan karena ketidakjujuran kita, milikilah harapan bahwa suatu saat mereka akan mengerti alasan dibalik semuanya. Milikilah harapan bahwa kita bisa memperbaiki kehormatan meski dengan susah payah. Milikilah harapan bahwa meski banyak orang yang takkan lagi percaya karena kita pernah melakukan hal-hal yang tidak jujur, pada waktunya nanti, mereka akan melihat sendiri upaya kita
Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah berjaga hingga kelesuan itu lesu menemanimu.
Karena di mana ada kemauan, di situ ada jalan

3 hal dalam hidup yang paling berharga:
1. Keluarga
2. Sahabat
3. Cinta
Kekayaan bukan soal berapa banyak uang yang anda miliki. K ekayaan adalah apa yang masih anda miliki saat anda kehilangan semua uang anda. Jika anda kehilangan semua uang anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki keluarga. Jika anda kehilangan semua keluarga anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki sahabat.

What is the difference between blood and friend?
>>Blood enters the heart and flows out, but friend enters the heart and stay inside.
Jika anda kehilangan semua keluarga anda dan tak ada satu pun sahabat, maka ingatlah bahwa anda masih memiliki cinta untuk mendapatkan mereka kembali, untuk mengenang masa-masa indah bersama mereka dan untuk menciptakan persahabatan yang baru dengan kehangatan kasih yang mampu anda berikan
If love hurts, then love some more.
If love hurts some more, then love even more.
If love hurts even more, then love till its hurt no more

Kesibukan membuat Kita Lupa pada Kasih Sayang

Seorang pria pulang kantor terlambat, dalam keadaan lelah dan penat, saat menemukan anak lelakinya yang berumur 5 tahun menyambutnya di depan pintu.

“Ayah, boleh aku tanyakan satu hal?”
“Tentu, ada apa?”
“Ayah, berapa rupiah ayah peroleh tiap jamnya?”
“Itu bukan urusanmu. Mengapa kau tanyakan soal itu?” kata si lelaki dengan marah.
“Saya cuma mau tahu. Tolong beritahu saya, berapa rupiah ayah peroleh dalam satu jam?” si kecil memohon.
“Baiklah, kalau kau tetap ingin mengetahuinya. Ayah mendapatkan Rp 20 ribu tiap jamnya.”

“Oh,” sahut si kecil, dengan kepala menunduk. Tak lama kemudian ia mendongakkan kepala, dan berkata pada ayahnya, “Yah, boleh aku pinjam uang Rp 10 ribu?”
Si ayah tambah marah, “Kalau kamu tanya-tanya soal itu hanya supaya dapat meminjam uang dari ayah agar dapat jajan sembarangan atau membeli mainan, pergi sana ke kamarmu, dan tidur. Sungguh keterlaluan. Ayah bekerja begitu keras berjam-jam setiap hari, ayah tak punya waktu untuk perengek begitu.”

Si kecil pergi ke kamarnya dengan sedih dan menutup pintu. Si ayah duduk dan merasa makin jengkel pada pertanyaan anak lelakinya.
Betapa kurang ajarnya ia menanyakan hal itu hanya untuk mendapatkan uang? Sekitar sejam kemudian, ketika lelaki itu mulai tenang, ia berpikir barangkali ia terlalu keras pada si anak. Barangkali ada keperluan yang penting hingga anaknya memerlukan uang Rp 10 ribu darinya, toh ia tak sering-sering meminta uang. Lelaki itu pun beranjak ke pintu kamar si kecil dan membukanya.

“Kau tertidur, Nak?” ia bertanya.
“Tidak, Yah, aku terjaga,” jawab si anak.
“Setelah ayah pikir-pikir, barangkali tadi ayah terlalu keras padamu,” kata si ayah. “Hari ini ayah begitu repot dan sibuk, dan ayah melampiaskannya padamu. Ini uang Rp 10 ribu yang kau perlukan.”

Si bocah laki-laki itu duduk dengan sumringah, tersenyum, dan berseru, “Oh, ayah, terima kasih.”
Lalu, sambil menguak bantal tempatnya biasa tidur, si kecil mengambil beberapa lembar uang yang tampak kumal dan lecek.
Melihat anaknya ternyata telah memiliki uang, si ayah kembali naik pitam. Si kecil tampak menghitung-hitung uangnya.

“Kalau kamu sudah punya uang sendiri, kenapa minta lagi?” gerutu ayahnya.
“Karena uangku belum cukup, tapi sekarang sudah.” jawab si kecil.
“Ayah, sekarang aku punya Rp 20 ribu. Boleh aku membeli waktu ayah barang satu jam? Pulanglah satu jam lebih awal besok, aku ingin makan malam bersamamu.”

Dari cerita itu , Perlu kita mendapat kesadaran, bahwa kesibukan kita sering membuat kita lupa dan melupakan waktu untuk orang yang mengasihi kita dan merindukan kebersamaan bersama kita. Mereka begitu mengasihi dan merindukan kita, namun kita hanya bisa sibuk dengan urusan duniawi kita.

Pengorbanan Seorang Ayah

Begini Cara Seorang Bapak Malang Ini Demi Membahagiakan Anaknya..

Ketika suatu saat diriku pulang dari jalan mencari kebutuhan sehari – hari (di Supermarket)
Dan sampai di depan Kampus, perut sudah tidak bisa diajak kompromi, akhirnya saya memutuskan mampir di warung sari Laut di Pinggir jalan..

lagi asik asiknya menikmati ayam lalapan, masuklah seorang bapak, dengan istri & 2 anaknya..
Yg menarik adalah kendaraan mereka adalah gerobak dorong..
Lalu bapak ini memesan 2 piring nasi & ayam goreng untuk istri & anaknya.

Pertamanya sih tidak ada yg menarik, tetapi ketika saya selesai makan, ada yg menarik hati saya..Ternyata, yg menikmati makanan itu hanya istri dan anaknya. Sedangkan sang bapak hanya melihat istri & anaknya menikmati makanan ini.

Sesekali saya melihat anak ini tertawa senang sekali,& sangat menikmati ayam goreng yg dipesan oleh bapaknya..
Saya perhatikan, wajah sang bapak, walau tampak kelelahan terlihat senyum bahagia di wajahnya..

Lalu saya mendengar dia berkata..
” makan yang puas Nak, toh..hari ini tanggal kelahiranmu..”
Saya terharu mendengarnya..Langsung terenyuh hati ini.
seorang bapak, dengan keterbatasannya, sebagai (mungkin) pemulung.. memberi ayam goreng warung tenda dipinggir jalan/sari laut , untuk hadiah anaknya..
Hampir mau menangis rasanya saya diwarung itu..

Segera sebelum air mata ini tumpah, saya berdiri,& membayar makanan saya dan berfikir seandainya aku punya rejeki lebih, pasti sudah ku bantu bapak itu agar dia juga bisa makan.

Dari cerita itu, Patulah kita bersyukur sebab kita masih bisa menikmati ketercukupan dan makan makanan yang cukup, bahkan berlebihan. Janganlah kita mengeluh dengan apa yang telah kita dapatkan dalam hidup ini, sebab masih ada yang lebih kekurangan dari kita.

MAHASISWA SEBAGAI KARYAWAN ORANG TUA

Selama ini banyak sekali kinerja dan indeks prestasi mahasiswa yang selalu menurun, mungkin itu disebabkan karena kurangnya motivasi dan semangat belajar yang rendah pula. Apa lagi mereka tanpa beban dan tidak merasakan betapa besar harapan orang tua agar mereka bisa mendapatkan IP yang bagus dan lulus tepat waktu bahkan cepat. Karena mahasiswa masih selalu merasa sebagai seorang anak manja yang dalam kondisi apapun tentu masih akan terus dinafkahi dan di sayang ( iya lah.. namanya masih anak / darah daging sendiri). Sehingga walaupun anda mals kuliah dan nilainya jelek, anda akan tetap santai. Sebenarnya secara tidak langsung antara anda dan orang tua menjalin yang namanya kontrak kerja. Isi kontrak kerja itu yaitu, orang tua bersedia membiayai kuliah anda di perguruan tinggi mulai dari SPP persemester, biaya buku, praktikum, uang masuk, dan lain sebagainya. Bahkan bagi yang kost maka bertambahlah subsidi atau gaji dari orang tua berupa biaya kost ditambah dengan biaya hidup serta jajan. Berdasarkan hal tersebut, bagaimana kalau kontrak kerja tersebut dianggap sebagai kontrak anda sebagai karyawan dan orang tua sebagai atasan atau bos.? Karena secara tidak langsung ada hak masing – masing antara anda sebagai karyawan dan orang tua sebagai bos anda. Kalau orang tua menjamin kelangsungan finansial anda atau bisa dikatakan gaji selama anda kuliah. Sendangkan anda sendiri harus benar – benar bisa kuliah dengan baik dan lulus tepat waktu. Coba anda lihat karyawan yang ada dikantoran, meraka pasti akan mengerahkan segenap kemampuan dan kinerjanya dalam melaksanakan pekerjaannya. Karena dengan bekerja baik tentu bos akan senang dan bisa dapat bonus. Begitu pula sebaliknya, bila kinerja menurun dan tidak benar makan akan dimarahi bos bahkan bisa dipecat. Dengan logika yang sama, maka coba anda ibaratkan anda adalah karyawan orang tua anda. Sehingga setiap semester, nilai indeks prestasi semester anda selalu baik bahkan terbaik. Kemudian anda lulus dengan baik dan tepat waktu. Hal ini tentu akan membanggakan dan menyenangkan bos anda bukan? Coba bayangkan bila disetiap semester IP anda selalu jelek maka sudah pasti bos anda akan marah besar dan bisa jadi sampai tega memotong uang kiriman bulanan anda. Coba terapkan mental seperti itu, maka saya pikir anda akan bisa serius dan bekerja keras untuk memberikan hasil kuliah yang terbaik kepada orang tua anda.

KENALI DAN CINTAI PILIHANMU

Pada saat ini, banyak saya jumpai ternyata mahasiswa masuk ke sebuah jurusan atau program studi hanya sekedar mengikuti trend, ikut – ikutan teman, pilihan alternatif karena pilihan pertamanya gagal dan juga hingga sampai karena paksaan orang tua. Sehingga akhirnya tak sedikit banyak mahasiswa yang ikut SNMPTN atau tes masuk perguruan tinggi ulang pada tahun ajaran baru ( termasuk banyak dari teman – teman di jurusan saya yang belum kunjung menyerah untuk mencoba tes jurusan kedokteran, ya toch ternyata tidak masuk juga.. hehehe kasiannya buang- buang uang ). Intinya banyak mahasiswa yang masuk ke sebuah jurusan atau prodi bukan karena minat sendiri. Namun bagi anda yang masuk ke jurusan yang sesuai dengan keinginan dan minat anda saya ucapkan selamat ya., karena anda telah berhasil menjadi salah satu orang yang bakal berhasil. Karena memilih jurusan atau prodi sesuai dengan hati nurani dan minat kita sendiri merupakan salah satu faktor utama kesuksean anda kelak ketika menjalani proses perkuliahan. Bila anda kuliah sesuai dengan minat dan pilihan anda sendiri, maka akan menimbulkan rasa senang. Dari rasa senang, maka selanjutnya anda akan merasa enjoy/ menikmati setiap mata kuliah, tugas, dan ujian. Kalau sudah begitu, walaupun kelihatannya sulit, saya yakin kesulitan itu akan hilang dengan kesenangan anda.
Setelah menyatu dengan pilihan jurusan anda, selanjutnya anda harus memahami benar apa dan seperti apa prodi / jurusan anda. Gampangnya begini, ibarat anda mengidolakan klub sepak bola, ambil contoh Barcelona ( kebetulan ini juga klub favorit saya sejak SMP ). Tentu saja anda akan selalu mencari tahu sesuatu yang baru dari Barcelona, mulai dari pemain – pemainnya, pelatihnya, dan selalu setia menyaksikan setiap pertandingan – pertandingan dari klub itu. Sampai – sampai anda rela membeli pakaian yang bertuliskan atau bergambarkan Barcelona.
Nah, sama halnya dengan jurusan / prodi yang anda pilih. Karena di jurusan / prodi inilah kelak salah satu pilar masa depan anda akan disandarkan, maka tentu saja anda harus memahami benar segala sesuatu di dalamnya. Anda harus tahu seperti apa karir dan peluang kerja dari jurusan anda. Kompetensi apa saja yang diperlukan untuk menjadi lulusan yang berkualitas, siapa saja orang- orang yang sudah sukses dari jurusan anda,bagaimana karakter orang – orang sukses tersebut. Semuanya bisa anda dapatkan dengan rajin bertanya, membaca dan melihat berita – berita terkini yang berkaitan dengan jurusan dan prodi anda.
Misalnya, anda kuliah di prodi Teknik Elektro, makan tentu anda harus banyak menggali seluruh informasi yang berkaitan dengan bidang Elektro. Siapa saja yang sukses bekerja di bidang Elektro, bagaimana kiat mereka hingga menjadi sukses, apa dan bagaimana pendidikan profesi Elektro itu, bagai mana peluang kerja dari Teknik Elektro dan banyak informasi lainnya. Begitu juga dengan jurusan atau prodi lainnya.

TAHUN PERTAMA PERKULIAH SANGATLAH MENENTUKAN

Untuk lulus S1 rata – rata waktu yang dibutuhkan 3,5 – 5 tahun tapi ada juga lho yang tidak mapu sampai 7 tahun jadinya kena DO dech..kuliah teori biasanya akan anda tempuh pada semester satu hingga semester enam, dan sisanya semster tujuh dan semester delapan lebih banyak anda gunakan untuk praktek lapangan , KKN, dan di tutup dengan skipsi.
Dengan distribusi dan komposisi tersebut, maka ketika anda gagal disalah satu semester, maka akan berdampak pada molornya studi anda. Sebagai contoh, bila ada mata kuliah yang gagal disemester ganjil maka paling tidak anda harus memperbaikinya pada semester ganjil ditahun berikutnya. Otomatis ini akan menjadi beban kuliah anda ditambah beban secara finansial yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan lagi bila anda telah berhasil sebelumnya. Hal ini juga akan berdampak pada kelulusan anda kelak. Pada prinsipnya, sekali anda gagal, maka akan memiliki efek beruntun.
Untuk itu saya bermaksud memberikan saran agar bisa meminimalisir kegagalan tersebut maka usahakanlah anda jangan pernah gagal di semester – semester awal. Mengapa demikian.? Karena dengan selalu berhasil disemester awal akan membawa pengaruh positif terutama motivasi belajar anda. Bila disemester 1 dan 2 IP anda sudah anjlok, bisa di bayangkan anda akan menjadi lemah semangat, karena sudah bisa dibayangkan betapa beratnya akan mengulang pada tahun depan. Bila kondisi ini sudah terjadi, maka jangan heran jika pada semester – semester akhir anda hanya bisa berharap sekedar lulus dengan nilai pas –pasan.
Sebaliknya bila disemester awal IP anda bagus, maka prestasi dan pencapaian tersebut tentu akan anda pertahankan terus bahkan berusaha untuk ditingkatkan. Dengan motivasi seperti itu, maka anda akan selalu semangat, giat dan fokus menjalani semester – semester berikutnya. Dengan terus menjaga peringkat keberhasilan di setiap semester maka ketika menjelang lulus, anda akan menuai hasil yang sangat membanggakan.
Untuk itu lah saya sampaikan bahwa berjuanglah dengan keras agar jangan sampai gagal di tahun pertama perkuliahan. Pastikan anda berhasil meraih IP di atas tiga pada tahun pertama kuliah anda.

HARI GINI MALAS MEMBACA… MAU JADI APA KO CEZZZ…???

Salah satu kegiatan yang kurang dilakukan oleh mahasiswa atau siswa yaitu membaca. Ya, membaca sepertinya belum menjadi gaya hidup mahasiswa. Sebenarnya mudah sekali untuk mengetahui apakah mahasiswa hobi membaca atau tidak. Perhatikan ruang kost atau kontrakan mereka. Bila rak buku atau meja belajar mereka kosong melempong hanya terisi satu dua buku, artinya pasti anda sudah tahu sendiri kan? Begitu pula sebaliknya.

Membaca bukan hanya hal – hal yang berkaitan dengan pelajaran kuliah. Lebih dari itu, membaca seluruh hal yang menarik dan informatif untuk anda. Sehingga anda bisa tahu berita terkini, kemajuan,trend dan peluang yang ada. Sehingga dari sana anda akan bisa mengakumulasikan seluruh informasi yang di terima, mengolahnya, mengkaitkan satu informasi dengan informasi yang lain dan jangan kaget bila nantinya anda akan bisa menemukan peluang – peluang baru atau bahkan kesimpulan – kesimpulan baru yang sangat berguna.

Sebenarnya membaca ini adalah terletak pada kebiasaan dan gaya hidup. Jadi kalau anda tidak memulai membiasakan diri untuk rajin membaca maka sampai kapan pun kebiasaan ini tidak akan menjadi bagian hidup anda. Saya pribadi dulu juga tidak terlalu hobi membaca. Namun ketika saya membaca buku yang berjudul “ jangan kuliah kalau gak sukses” yang di tulis oleh Setia Furqon Kholid, dan buku yang berjudul “ The winning Student” yang di tulis oleh Ardiansyah, saya jadi terinspirasi untuk membaca. Sehingga setiap target daftar target mingguan saya selalu berisi membaca buku diluar buku mata kuliah.

Saran saya mulailah belajar untuk mengalokasikan sejumlah dana agar anda bisa rutin membeli buku  untuk di baca bukan untuk di pajang. Dan sisipkan lah modal untuk membeli buku minimal 1-2 buku setiap bulan dengan anggaran berkisar Rp 100.000 hingga Rp 200.000. buatlah jadwal rutin untuk mengunjungi toko buku atau perpustakaan kampus untuk meminjam buku atau sekedar membaca di tempat. Carilah buku – buku yang menarik buat anda. Yakinlah, tidak akan rugi bila anda membeli buku..

Selamat Membaca ya….

Bendera Pengunjung

Flag Counter

TRANSLATOR

kalender

November 2017
M S S R K J S
« Agu    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Ayo Gabung dengan yang lainnya
Masukan Alamat Email mu

Bergabunglah dengan 1.906 pengikut lainnya