ARTIKEL ELEKTRO

This category contains 31 posts

Lapan Luncurkan Roket Satelit di Morotai

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) meluncurkan roket pembawa satelit di Kabupaten Morotai, Maluku Utara pada November 2013,

“Daerah itu sangat strategis untuk peluncuran roket satelit,” kata Kepala Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pulau Morotai, Syamsuddin, di Ternate, Sabtu (18/5).

Dia mengatakan, tim dari Lapan telah melakukan survei lokasi di Pulau Morotai yang akan menjadi titik peluncuran satelit tersebut.

“Peluncuran roket Lapan sudah dipastikan pada bulan November 2013 di wilayah Sangowo Morotai Timur Kabupaten Pulau Morotai,” katanya.

Syamsuddin mengatakan, sesuai aturan, lokasi peluncuran minimal berjarak 1,5 km dari pemukiman warga, seperti yang sudah dilakukan peluncuran di Jepang. Khusus di Morotai, peluncuran roket ini berjarak 3 km dari area pemukiman.

“Untuk peluncuran roket dari Lapan sendiri secara tidak langsung juga bertujuan untuk mendukung penelitian Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi) dan menarik Sumber Daya Manusia (SDM),” katanya.

Ia mengatakan, tim Lapan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah kembali melakukan survei lokasi peluncuran. Kedatangan tim tersebut sebagai mitra kerja untuk memastikan titik peluncuran roket.

Lapan kata Syamsuddin, berharap peluncuran roket tersebut didukung Pemda Morotai. “Dari Lapan meminta ada dukungan dari Pemda dan Pemda sendiri merespons peluncuran roket itu,” katanya.

Peluncuran roket dijadwalkan bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Lapan, sedangkan tahapan persiapan dipastikan selesai bulan Oktober 2013. Hal itu mencakupn bangunan untuk operator, tamu VIP, dan beberapa tenda untuk para tim.

sumber : beritasatu.com

BACA JUGA:

Iklan

Antisipasi Tsunami dengan GPS

Para ilmuwan mengatakan mereka telah menemukan cara lebih cepat dan akurat dalam sistem peringatan dini tsunami.

Tim peneliti Jerman mengatakan, posisi GPS berbasis satelit bisa menawarkan informasi rinci tentang peristiwa tsunami dalam beberapa menit setelah gempa terjadi.

Mereka meyakini bahwa teknologi dapat memperbaiki persoalan sinyal ketika bencana tsunami melanda Jepang pada 2011 lalu.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di Natural Hazards and Earth Systems Sciences.

Ketika gempa bawah laut terjadi, dengan kekuatan yang dapat melahirkan tsunami, setiap hitungan detik.

Pergeseran lempeng tektonik dapat menghasilkan dinding raksasa air yang dapat melaju ke daratan dalam satu menit, sehingga memberikan sedikit waktu untuk melakukan tindakan evakuasi.

Pengukuran yang akurat

Sistem peringatan dini yang berlaku saat ini menggunakan data seismologi, yaitu mengukur gelombang energi yang diakibatkan gerakan dan getaran bumi.

Namun di masa-masa awal ketika gempa terjadi, sistem ini tidak selalu dapat diandalkan.

Saat ini, sebuah tim dari pusat penelitian GFZ, German Research Centre for Geosciences mengatakan, teknologi navigasi satelit dapat menutupi kelemahan itu.

Sensor GPS, yang ditempatkan di sekitar garis pantai di negara-negara yang rentan tsunami, dapat melakukan pengukuran yang sangat tepat ketika getaran air menggeser dasar lautan.

Peneliti utama Dr Andreas Hoechner menjelaskan: “Dalam kasus gempa subduksi, satu lempeng di bawah lempeng lainnya”.

“Hal ini diukur berdasarkan pergeseran lempeng itu. Perubahan formasi ini sebagian besar terjadi pada sumbernya, tapi wilayah pesisir pantai juga bakal terkena dampaknya. Di sinilah GPS menjadi berguna.”

Dia mengatakan, informasi GPS dapat digunakan untuk melacak sumber gempa dan menghitung skala besarnya.

“Lalu Anda kemudian dapat memprediksi tsunami dan melihat seberapa tinggi gelombang yang diakibatkannya, dengan lebih akurat.”

Proses ini menurutnya akan memakan waktu hitungan menit, yang akan memungkinkan peringatan dini dapat dikeluarkan lebih cepat.

Penyebaran peringatan

Dalam kasus tsunami 2011 yang menewaskan 16.000 orang di Jepang, teknologi dapat membuat perbedaan yang tajam.

Meskipun Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tiga menit setelah gempa, namun ini meremehkan skala besaran bencana tersebut.

Saat itu menunjukkan bahwa gempa itu berkekuatan 7,9, namun kenyataannya 30 kali lebih kuat.

Dengan melihat data yang dikumpulkan stasiun GPS di Jepang – yang pada saat itu tidak digunakan untuk mengukur gempa bumi – para peneliti menghitung bahwa ini akan memberikan perkiraan yang lebih akurat dalam waktu tiga menit.

Sejumlah negara kini memasang jaringan GPS, termasuk Chile dan Amerika Serikat.

Namun demikian Dr Hoechner mengatakan, merupakan suatu kemajuan memiliki sistem peringatan yang akurat, tetapi rencana evakuasi yang ideal juga penting.

Dia berkata: “Satu hal adalah memiliki teknologi untuk menyadari adanya gempa dan di mana tsunami akan terjadi. Tetapi sama pentingnya untuk menyebarkan peringatan.”

“Anda harus memiliki infrastruktur untuk mengirimkan informasi ini kepada penduduk, dan penduduk harus siap untuk mengetahui apa yang harus dilakukan.”

Sumber :kompas Tekno

BACA JUGA:

Satelit Tangkap Gambar Bumi Resolusi Tinggi

detail berita

Ilmuwan baru-baru ini mengungkap gambar Bumi terbaru ketika berada di malam hari. Gambar Bumi beresolusi tinggi tersebut ditangkap menggunakan satelit NASA dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Dilansir Redorbit, Kamis (6/12/2012), melalui tangkapan satelit tersebut, terlihat cahaya di kota yang ada di Bumi. Gambar ini mengungkap aktivitas nokturnal (malam hari) di bagian sisi gelap Bumi.

Bagian dari instrumen Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) cukup sensitif untuk mendeteksi kilauan cahaya di malam hari yang diproduksi oleh atmosfer Bumi. Selain itu, kamera satelit juga mampu menangkap cahaya dari satu kapal yang ada di laut.

Satelit di Defense Meteorological Satellite Program Amerika Serikat membuat observasidengan sensor rendah cahaya selama 40 tahun. Namun, instrumen VIIRS dapat membantu mendeteksi lebih baik dan mengungkap cahaya Bumi di malam hari.

Steve Miller, peneliti dari Colorado State University Cooperative Institute for Research NOAA mengatakan, pihaknya tidak hanya mengamati Bumi di siang hari, namun juga perlu melihat Bumi di malam hari. “Tidak seperti manusia, Bumi tidak pernah tidur,” ungkap Steve.

VIIRS juga membantu mendeteksi pemandangan badai yang terjadi di Bumi dan kondisi cuaca lainnya. Kondisi cuaca ini seperti kabut, yang sulit untuk dikenali dengan infrared atau sensor thermal.

“National Weather Service NOAA melanjutkan untuk mengeksplorasi penggunaan pita siang-malam (satelit). Resolusi sangat tinggi dari data VIIRS akan mengambil peristiwa prakiraan cuaca di malam hari dengan tingkat yang jauh lebih tinggi,” pungkasnya.

Okezone.

BACA JUGA:

Telekomunikasi Merubah Perangai Masyarakat

Gambar sisip 1
Malam yang tenang dalam tidur yang nyenyak, hanyut dalam mimpi yang indah, tiba-tiba saja Hp berdering dari seorang sahabat lama yang sudah lama tak berjumpa. Khawatir sesuatu yang penting, dengan mencoba menyatukan nyawa (red: istilah untuk keadaan setengah mengantuk), Hp pun dijawab…
A: “Halo, hai.. ada apa nelpon malam begini?, ada hal penting kah?”
B: “Eh, hai.. ah gak papa,, hanya ingin silaturrahmi aja, mumpung gratis nih dapat tarif promo setelah jam 12 malam..hehe”
A: “……. oh no?! kirain ada apa gitu, bikin kaget aja… !!”
Begitulah percakapan yang terjadi, dalam percakapan tersebut kemudian menjadi dimaklumi bahwa seseorang kemudian melakukan silaturrahmi ditengah malam buta.
Fenomena-fenomena yang tak biasa seperti percakapan diatas, terbentuk pada kehidupan sosial masyarakat seiring dengan berkembangnya layanan telekomunikasi dari waktu ke waktu. Ada fenomena atau hal-hal yang mendapat apresiasi baik dari masyarakat, dan ada juga yang mendapat tentangan keras dari masyarakat, yang pada akhirnya harus berakhir di ranah hukum.
Dalam pengamatan penulis, pada dekade yang berlalu pada rentang Tahun 2001 – 2011 ada banyak fenomena yang sering diabaikan/diamini saja oleh masyarakat, namun mau tidak mau harus diterima dan kemudian berkembang membentuk kondisi sosial masyarakat. Fenomena-fenomena ini dibentuk oleh suatu kebijakan aturan, penetapan tarif, atau diakibatkan oleh perkembangan teknologi. Penulis mencoba meringkaskan beberapa fenomena yang cukup mencuri perhatian pada masa-masa tersebut:
Fenomena yang berkaitan dengan Tarif
  • Fenomena telp 3 detik. Yaitu mematikan panggilan sebelum 3 detik, hal ini dikarenakan operator memberlakukan skema charging setelah 3 detik pertama. Tentu saja hal ini dilakukan pelanggan untuk meng-akali biaya komunikasi yang cukup mahal pada saat itu. Perilaku ini diduga dapat merusak kesehatan akibat radiasi ponsel yang dilakukan akibat melakukan inisiasi panggilan yang terlalu sering, disamping konsumsi baterai ponsel yang lebih boros.
  • Fenomena Paket TM. Banyak orang ingin berlama-lama untuk berbicara, dengan alasan ingin menghabiskan kuota Paket TM yaitu paket bicara yang dikeluarkan oleh sebuah operator, untuk membebaskan pelanggan menggunakan layanan suara total 1-2 Jam hanya dengan membayar beberapa ribu rupiah yang cukup murah.
  • Fenomena Telpon Tengah Malam. Banyak dari pelanggan yang melakukan telpon tengah malam untuk menikmati tarif gratis setelah jam 12 malam, hingga pagi menjelang.
  • Fenomena SMS sampah. Penawaran kartu kredit, pinjaman tanpa angunan, promo tempat makan, terus menerus membanjiri hp pelanggan tanpa bisa dicegah. Hal ini dimungkinkan karena operator-operator kecil memberlakukan sms gratis puluhan ribu sms setelah mengirim beberapa sms. Hal ini juga dipicu oleh kebijakan biaya interkoneksi sms yang berdasarkan sender keep all, yang dinilai tidak adil bagi operator-operator besar.
  • Fenomena Internet Unlimited. Hanya dengan membayar beberapa puluh ribu hingga ratusan ribu, pelanggan internet bergerak, bebas untuk menggunakan layanan internet selama sebulan hingga 3 bulan berikutnya. Belakangan skema tarif ini dikenal sebagai strategi bunuh diri operator dan mulai ditinggalkan karena merugikan operator, dan tentu juga termasuk pelanggan, kualitas layanan turun secara drastis karena alokasi yang tersedia habis akibat perilaku pelanggan data yang sangat boros bandwidth.
  • Fenomena SMS Premium. Hanya dengan melakukan konfirmasi melalui sms, pelanggan dapat menikmati berbagai konten sms yang menarik, namun tidak dapat dicegak kemudian fasilitas ini disalah gunakan oleh beberap oknum. Fenomena ini berakhir dengan menyeret beberapa petinggi operator ke ranah hukum dengan tuntutan pencurian pulsa. Layanan ini pun akhirnya diberangus oleh regulator.
Fenomena yang berkaitan dengan Teknologi
  • Fenomena SMS Alay. Keterbatas sms dengan 160 karakter membuat pelanggan terpaksa menyingkat kata-kata dalam beberapa huruf, huruf tertentu juga diganti dengan angka untuk menambah daya tarik dan sekedar seru-seruan. Beberapa pihak mengkritik budaya ini dan menilai sebagai kekacauan berbahasa.
  • Fenomena BlackBerry. Tiba-tiba saja gadget ini menjadi parameter kemapanan dan derajat yang lebih tinggi, BlackBerry diburu bagai kacang goreng dengan melesat sebagai perangkat paling fenomenal yang membuat heboh disetiap peluncuran model barunya, BlackBerry Messager sebagai salah satu fasilitas chatting dengan ID berupa PIN adalah sesuatu yang harus diinfokan ketika sama-sama memiliki gadget ini.
  • Fenomena Group Facebook dan Invitation. Kawan-kawan lama berjumpa saling tag photo dan saling komentar mengenai kenangan, hobi, kesukaan, bahkan bisa sebagai petisi dukungan yang mampu menggoncang kedaulatan sebuah negara. Tak ada lagi lembar undangan ketika mengadakan hajatan, dengan beberapa kali klik, semua saudara, sahabat, dan kenalan sudah diundang melalui fasilitas invitation.
  • Fenomena Statement Tweeter. Orang menulis apa saja yang dipikirkannya dan hanya dengan satu statement kicauan yang salah/tidak disukai banyak orang, seseorang bisa kehilangan pekerjaan, kehilangan kredibilitas, dan hei… tiba-tiba semua orang menganggap serius semua yang ditulis ditweeter, bahkan beberapa pejabat negara mengeluarkan kicauan yang dianggap statement nyaris resmi oleh media massa, dan tidak ada satupun yang mencegah tweeter menjadi media komunikasi yang serius saat ini.
Bagaimanapun perubahan pada sistem telekomunikasi, kebijakan dan regulasi yang diberlakukan akan disertai oleh perubahan sikap dari Masyarakat sebagai pengguna layanan telekomunikasi, hal ini akan merubah kondisi sosial Masyarakat. Namun hal ini sering diabaikan sehingga masalah yang muncul dikemudian hari sering tak terbendung dan terlambat untuk diatasi. Selain dari beberapa fenomena diatas, tentu masih banyak lagi fenomena yang terjadi dikehidupan sehari-hari kita.
Ironi, jika mengingat operator dalam hal ini dalam membuat kebijakan hanya memikirkan pertumbuhan bisnis atau ambisi mencetak laba, tanpa kemudian memikirkan bahwa ada hal-hal yang lebih penting dalam kehidupan interaksi manusia, yaitu untuk membuat komunikasi sebagai salah satu kebutuhan fitrah yang harus dipenuhi dengan cara dan tujuan yang baik. Teknologi yang pada awalnya diciptakan untuk menyelesaikan masalah manusia, berkembang menjadi masalah baru yang merusak tatanan sosial masyarakat.
Pertanyaannya, apakah kita harus menyerah pada sistem yang ada dengan membiarkan fenomena-fenomena terjadi, berkembang tanpa adanya pembelajaran secara menyeluruh sebelum kebijakan terkait sistem telekomunikasi tersebut ditetapkan. Fenomena ini berkembang dan dianggap lumrah. Efek sosial masyarakat yang buruk ikut tumbuh bersama pembangunan sistem komunikasi, yang tentu saja pada awal tujuannya adalah untuk mengangkat manusia pada peradaban yang lebih tinggi. Namun beberapa hal kemudian malah tanpa disadari telah merubah tatanan sosial masyarakat menjadi lebih kompleks.
Penulis mendorong ahli-ahli manajemen telekomunikasi, regulator, vendor, dan operator untuk tidak melupakan kajian sosial masyarakat dalam setiap membuat kebijakan. Dan kepada masyarakat luas untuk turut ikut serta mengawasi pembangunan lingkungan telekomunikasi yang lebih baik di masa depan, dengan pengendalian teknologi yang bermartabat bagi kehidupan masyarakat seluruhnya.
Terimakasih kepada: managementelekomunikasi.org
BACA JUGA:
Ingat Komentarnya ya..!!!!!!!1 Terima kasih

Pertumbuhan Industri Telekomunikasi di Indonesia

Pendapatan operasional sebuah perusahaan dapat menjadi salah satu indikator kinerja perusahaan tersebut. Apabila pendapatan dari masing-masing perusahaan dalam industri telekomunikasi di akumulasikan, maka akan tergambar kinerja industri tersebut. Kinerja industri telekomunikasi di Indonesia dapat diamati dari total pendapatan 3 operator utama yang apabila dijumlahkan memiliki market share lebih dari 60%. Grafik dibawah ini menunjukkan gambaran total pendapatan operasional dari 3 operator telekomunikasi utama di Indonesia ( PT.Telkom, PT Indosat dan PT XL Axiata)

Walaupun total pendapatan operasional industri telekomunikasi tampak masih mengalami kenaikan. Namun, apabila diperhatikan lebih lanjut pertumbuhanya tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya, bahkan cenderung menurun. Pertumbuhan pendapatan operasional tersebut merupakan selisih antara pendapatan tahun yang diamati dengan tahun sebelumya. Pertumbuhan tersebut dapat dilihat pada grafik dibawah ini :

Terjadi tren penuruan yag cukup signifikan dari tahun 2008 ke 2009 dan hanya sedikit kenaikan di tahun 2009 ke 2010,  pada tahun 2010 ke 2011 penurunan pertumbuhan secara sgnifikan kembali terjadi.
Dari tren selama 5 tahun terakhir ini, pertumbuhan industri telekomunikasi terus mengalami penurunan. Menurut teori Indusrtrial Organization, terdapat lima faktor eksternal utama yang mempengaruhi kinerja suatu perusahaan. Kelima faktor eksternal tersebut adalah (1) ekonomi, (2) teknologi, (3) sosial, budaya dan demografi, (4) politik, pemerintahan dan hukum dan (5) keunggulan kompetitif.

Dari kelima faktor eksternal tersebut, semua perusahaan pada industri telekomunikasi di Indonesia tentunya menghadapi tantangan perekonomian Indonesia yang sama. Dari segi teknologi, pemanfaatan teknologi telekomunikasi sebagian besar operator dapat dikatakan tidak jauh berbeda. Dari sisi sosial, budaya dan demografi, masing-masing operator sama-sama menghadapi tantangan dari keunikan dan karakteristik masyarakat Indonesia. Sehingga, hanya faktor keunggulan kompetitif yang memiliki tingkat pengaruh yang berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lain.  Dalam hal ini, keunggulan kompetitif lah yang menentukan pertumbuhan pendapatan perusahaan yang secara kumulatif menentukan pertumbuhan industri.
Terima kasih pada:manajementelekomunikasi.org
BACA JUGA:
Ingat Komentarnya ya..!!!!!!! Terima kasih.

Evolusi Core Network dalam Sistem Telekomunikasi Selular

Telekomunikasi selular telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dewasa ini. Salah satu bagian penting dari sistem telekomunikasi selular adalah core network. Core network semakin disadari pentingnya berkat hal berikut:
  1. Pertumbuhan penggunaan smartphone, yang mengakibatkan pertumbuhan trafik baik voice maupun data;
  2. Peningkatan penggunaan fixed broadband maupun mobile broadband, yang membawa kepada arsitektur all-IP networks;
  3. Semakin beragamnya layanan telekomunikasi saat ini dan ke depan yang memerlukan Quality of Service (QoS) yang berbeda-beda; dan
  4. Trend ke depan menuju konvergensi dan LTE memerlukan platform yang mendukung, platform yang dimaksud adalah di sisi core.
Bagaimana core network berevolusi?
Sebagaimana sistem telekomunikasi seluler yang berevolusi dari waktu ke waktu, core network pun mengalami evolusi. Evolusi tersebut bertujuan untuk adaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi. Evolusi besar pertama yang terjadi di sisi core network adalah pergeseran arsitektur core network dari 3gpp release 99 menuju 3gpp release 4.

Perubahan ini ditandai dengan pemisahan trafik userplane (suara) dan control plane (signaling), dimana pada 3gpp release 4, userplane ditangani oleh Multimedia gateways (MGW) dan control plane ditangani oleh Mobile Switching Centre Server (MSS).

Adaptasi berikutnya adalah pengenalan IP Multimedia Subsystem (IMS) untuk mendukung proses konvergensi antara circuit core dan packet core (internet). IMS ini menandai proses evolusi  berikutnya yang dikenal dengan nama 3pp release 5.

Masa depan core network
Lantas bagaimana masa depan core network? Berikut ada beberapa kriteria yang penting bagi perkembangan core network di masa depan:
      -Memenuhi roadmap menuju LTE network
      -Ukuran yang lebih kecil (hemat space)
      -hemat power (efisiensi power yang tinggi)
      -Harga murah (low cost) dan pengembangan yang cepat (fast deployment)
      -Peluncuran produk ke pasar yang lebih cepat (Faster time to market)
      –Availability tinggi (99.999%) dan redundancy.
      -Kapasitas dan performansi yang lebih besar à solusi untuk kenaikan jumlah pelanggan yang bertambah pesat.
      –Modular designà terdiri dari beberapa modul yang bisa dibongkar pasang tanpa downtime.
      –Open hardware architecture à arsitektur hardware yang terbuka, yakni terbuka terhadap teknologi dari vendor lain, maupun terbuka terhadap elemen jaringan yang lain.
      Interoperability antar beberapa komponen dari beberapa vendor àmenggunakan konsep COTS (Commercial Off The Shelf), yakni produk SW atau HW yang sudah jadi dan tersedia untuk dijual ke public dan didesain untuk bisa diimplementasikan dengan mudah kepada system yang ada tanpa membutuhkan penyesuaian (SW or HW products that are ready-made and available for sale to the general public and  are designed to be implemented easily into existing systems without the need for customization).
      Memenuhi persyaratan regulatory (ETSI).

Seperti apakah core network di masa datang? Sebagai gambaran berikut ada ilustrasi evolusi core network dari salah satu vendor telekomunikasi global.

 

 

Terima kasih kepada:manajementelekomunikasi.org
BACA JUGA:
Ingat Komentarnya ya…!!!!!! Terima Kasih

Sinergi Pemerintah Pusat – Daerah – Operator dalam Strategi Pembangunan Infrastruktur Jaringan Fiber Optik

Jaringan fiber optik merupakan satu-satunya solusi untuk menghadapi kebutuhan bandwidth yang semakin rakus di era broadband. Alternatif lain seperti teknologi kabel tembaga, nirkabel dan satelit jauh dari mencukupi kebutuhan bandwidth. Selain itu, ditinjau dari sisi jangkauannya, fiber optik jauh lebih unggul.
Sebagai gambaran, dengan teknologi DWDM, satu pasang core fiber optik dapat menghantarkan 80 wavelength (Lambda) dimana masing-masing lambda berkapasitas 40 Gbps hingga 100Gbps. Untuk teknologi akses, GPON bisa menjadi solusi untuk menghantarkan layanan kepada pelanggan dengan kapasitas 2,4Gbps hanya menggunakan satu core. Jangkauan antar perangkat optik bisa mencapai puluhan kilometer tanpa repeater, tergantung dari kualitas kabel.
Saat ini banyak operator yang bermain di jaringan infrastruktur fiber optik, baik sebagai pengguna langsung seperti Telkom, Indosat, XL maupun yang hanya untuk disewakan ke pihak lain seperti Moratel, Icon+, MKN. Bahkan banyak perusahaan baru yang mengkhususkan di fiber optik seperti NusaTel, Powertel, PGASKom, dll. Banyaknya perusahaan tersebut menunjukkan bahwa peluang bisnis di sektor ini sangat terbuka. Sayangnya, tidak adanya pengaturan yang jelas dari pemerintah menyebabkan infrastruktur jaringan saling tumpang tindih. Padahal, masing-masing perusahaan mengeluarkan sumber daya yang tidak sedikit untuk membangun jaringan dan memeliharanya. Sumberdaya tersebut sebenarnya bisa jauh lebih dihemat jika dilakukan sinergi antar perusahaan tersebut dengan pemerintah.
Gambar 1. Skema Pengaturan Implementasi Fiber Optik Saat ini
Telekomunikasi sebagai salah satu sumber daya yang menyangkut hajat hidup orang banyak menurut UUD 45 sudah selayaknya diatur oleh pemerintah. Apalagi di telekomunikasi ada isu lain yaitu yang menyangkut keamanan negara. Di era pasar bebas dimana asing menguasai sektor ini, pemerintah harus menunjukkan tajinya untuk mewujudkan amanat undang-undang yaitu mempergunakan sumber daya tersebut untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah?
Pertama-tama, kita harus tahu dulu mengenai konsep dari jaringan fiber optik itu sendiri. Ditinjau dari sisi topologi, perlu dibedakan 2 jenis jaringan yaitu backbone dan access. Jaringan backbone bisa kita kategorikan kembali menjadi national backbone dan regional/metro backbone. Demikian pula untuk strategi pembangunannya akan berbeda.
Untuk membangun backbone yang menghubungkan kota-kota antar propinsi atau bahkan antar pulau (national backbone), pemerintah pusat lebih memegang peranan, pihak yang bisa bekerjasama tentu hanyalah operator-operator besar yang telah memiliki pengalaman. Sedangkan untuk kategori regional atau metro backbone, pemerintah daerah bisa mengambil peranan dengan bekerjasama dengan operator menengah atau operator lokal.


National Backbone
Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau yang terpisah merupakan salah satu kendala dalam penbangunan jaringan fiber optik. Pembangunan kabel bawah tanah (sub-marine) membutuhkan usaha yang jauh lebih berat dan biaya yang jauh lebih besar. Diperlukan peralatan khusus yaitu kapal penanam kabel yang jumlahnya terbatas di dunia sehingga untuk menggunakannya harus dipesan jauh-jauh hari dan tentunya dengan harga yang cukup mahal. Material yang digunakan pun khusus, begitu pula sumber daya manusianya karena dari sisi perencanaan pun memerlukan tantangan tersendiri. Apabila menggunakan vendor yang tidak berpengalaman bisa menjadi hambatan dalam proyek. Ada salah satu contoh proyek pembangunan kabel bawah laut dimana vendor pemenang tender akhirnya mundur dan digantikan vendor lain karena salah perencanaan dari sisi teknis dan biaya.
Saat ini pembangunan backbone nasional masih terfokus di wilayah barat Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Pembangunan di kawasan timur Indonesia baru dimulai dengan inisiatif proyek Palapa Ring yang saat ini dalam proses menyelesaikan ruas Mataram-Kupang di Nusa Tenggara. Sayangnya, proyek ini kurang menarik dari sisi bisnis sehingga hanya sedikit perusahaan yang memutuskan untuk ber-investasi. Dari 7 perusahaan peserta awal konsorsium, sekarang tinggal 3 yang masih berkomitmen, yaitu Telkom, Indosat dan Bakrie Telecom.
Pola konsorsium dilakukan jika ada beberapa perusahaan bergabung dalam satu proyek dengan berbagi tanggung-jawab pendanaan maupun pengerjaan. Pola ini membutuhkan keseriusan dan komitmen dari masing-masing peserta. Dengan berjalannya proyek Palapa Ring ini, terbukti hanya Telkom yang benar-benar berkomitmen. Selain dari komitmen Telkom yang sebagian besar sahamnya dimiliki pemerintah untuk memeratakan akses telekomunikasi, kebutuhan internal akan koneksi di KTI membuat Telkom tidak bisa menunggu rekan-rekannya di konsorsium untuk segera memulai proyek tersebut. Maka dibangunlah tahap 1 Mataram-Kupang dengan biaya investasi $ 50 juta, dibawah perkiraan awal sebesar $ 75 juta.
Dari sini, pemerintah dapat melihat jika proyek ini bukanlah suatu mission imposible. Proyek Palapa Ring yang tertunda sekian lama akhirnya dimulai juga. Untuk kelanjutan proyek ini di ruas-ruas berikutnya, jika konsorsium tidak mampu untuk melaksanakan proyek sesuai jadwal, hendaknya pemerintah bertindak cepat untuk mengambil alih dengan menyuntikkan dana ke dalam proyek. Kita tidak dapat menjamin apakah nanti Telkom juga akan bergerak cepat untuk ruas lainnya seperti Papua yang nilai ekonomisnya belum pasti.
Jika dilihat dari kebutuhan dana untuk proyek ini, sebenarnya tidak terlalu besar, $ 300 juta. Dana tersebut dapat diambil dari dana APBN yang totalnya tahun 2010 Rp 1047 trilyun. Jika setahun kita ambil 1 trilyun, maka diperlukan 3 periode APBN. Dana tersebut pun bukannya akan hangus tak berbekas, melainkan adalah sebuah investasi. Nantinya akan ada operator maupun perusahaan yang akan menyewa core atau wavelength yang tentunya akan membayar biaya sewa. Biaya sewa ini sebagian akan dikembalikan ke pemerintah sebagai bagi hasil dan akan menjadi penerimaan bukan pajak di APBN.
Selain Palapa Ring, ada lagi proyek infrastruktur fiber optik di kawasan timur yang baru dimulai yaitu gateway Surabaya-Hongkong. Sayangnya, proyek ini dibangun oleh swasta tanpa keterlibatan pemerintah. Padahal, jika pemerintah mampu menangkap peluang, pihak swasta tersebut dapat dirangkul sehingga jaringannya dapat di-integrasikan dengan Palapa Ring.
Regional/Metro Backbone dan Access
Pada tingkat regional atau metro backbone, kebutuhan akan mobile backhaul dan metro ethernet mendorong pertumbuhan pembangunan jaringan fiber optik. Sedangkan untuk jaringan akses, tidak semua area cocok menggunakan jaringan fiber optik. Jaringan fiber optik cocok untuk diterapkan di daerah perkotaan dimana kepadatan penduduknya cukup tinggi dan kontur tanahnya relatif landai dan tidak terlalu bervariasi. Sebaliknya untuk daerah rural, lebih optimal jika menggunakan transmisi nikabel seperti WiMax yang memiliki jangkauan lebih jauh, kapasitas lebih besar dan investasi yang lebih rendah dibanding teknologi nirkabel lainnya.
Pertumbuhan jaringan akses fiber optik yang signifikan dilakukan PT Telkom sebagai operator fixed line terbesar di Indonesia. Telkom akan mempercepat pembangunan akses jaringan fiber optik dengan mengganti jaringan kabel tembaga yang sudah ada. Operator lain pun gencar membangun jaringan fiber optik meskipun konsentrasinya lebih banyak di area Jabotabek dan pulau Jawa. Hal ini dapat dimaklumi mengingat bagi pihak swasta yang berorientasi profit, investasi akan membuahkan keuntungan pada daerah-daerah yang sudah jelas pasarnya yaitu kota-kota besar.
Pada jaringan fiber optik di daerah, kendala yang banyak dihadapi adalah pada saat implementasi proyek maupun pada saat operasional. Contoh beberapa kasus pembangunan jaringan fiber optik di daerah yang sering terjadi:
  1. Protes warga mengenai proyek galian yang seakan tidak pernah berhenti. Ketika baru saja jalan dirapihkan setelah proyek galian, ada proyek galian lain yang dimulai. Ini tidak hanya terjadi pada pembangunan jaringan fiber optik tapi juga pada proyek pembangunan lain seperti saluran air, listrik, dll.
  2. Proyek galian dihentikan karena tidak memiliki izin atau pengerjaannya tidak sesuai dengan izin yang diberikan.
  3. Proyek galian lain yang dilakukan diatas jaringan fiber optik menyebabkan kabel fiber optik terputus.
  4. Proyek galian diprotes warga karena proses penutupannya yang membahayakan pengguna jalan atau merusak estetika kota.
Dari kasus-kasus di atas bisa disimpulkan kendala-kendala yang timbul dalam pembangunan & pemeliharaan jaringan fiber optik diantaranya:
1.      Proyek galian yang tidak terencana.
2.      Dari sisi operator, kendala izin dari pihak Pemerintah daerah menyebabkan proyek terhambat sedangkan mereka dituntut agar proyek jaringan segera tergelar.
3.      Ketika jaringan sudah dibangun, terjadi putus yang tidak disengaja diakibatkan proyek pembangunan lain.
4.      Standar kualitas pengerjaan galian maupun penutupan rendah.
Pemerintah DKI pada tahun 2008 sempat mengeluarkan wacana mengenai regulasi jaringan fiber optik. Namun hingga kini, regulasi tersebut tidak terdengar lagi kabarnya. Perencanaan jaringan fiber optik merupakan hal yang rumit dan kompleks. Perencanaannya harus dengan mempertimbangkan jaringan-jaringan lain, baik jaringan fiber optik yang sudah ada, jaringan pipa PDAM, air kotor, PLN, dll. Sebenarnya bukan hanya pemda kota besar saja yang harus peduli mengenai masalah ini. Pemda kota kecil pun harus mulai memikirkan karena pertumbuhan jaringan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari. Patut dipertimbangkan bahwa pertumbuhan telekomunikasi juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pengaturan jaringan fiber optik di kota kecil pun akan lebih mudah bila dibandingkan kota besar yang infrastrukturnya sudah terbangun sedemikian rupa tanpa perencanaan di awal.
Gambar 2. Skema Sinergi antara Pemerintah Pusat-Pemerintah Daerah dan Swasta
Berikut adalah strategi yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mengatur pembangunan jaringan fiber optik agar dapat mencapai tujuan-tujuan diatas:
  1. Membangun jaringan sub-duct semi permanen yang bisa dibuka-tutup di titik-titik tertentu (manhole & handhole) untuk keperluan perawatan dan pengembangan.
·         Tujuan: Hasil pembangunan yang lebih rapi sehingga estetika kota terjaga.
·         Dengan strategi ini juga bisa didapat model bisnis yaitu dengan menyewakan sub-duct ini kepada pihak-pihak yang akan membangun fiber optik.
·         Keuntungan bagi pihak pelaksana adalah waktu pengerjaan akan lebih singkat karena tinggal menarik kabel di ujung-ujung titik, tidak perlu menggali dan menutup lubang.
·         Aplikasi strategi ini bisa diterapkan di daerah perkotaan dimana ada potensi penambahan/perubahan jaringan yang menyebabkan sering buka tutup galian.
  1. Mengeluarkan peraturan mengenai pemakaian jaringan bersama.
·         Tujuan: Menghindari tumpang tindih kabel di suatu lokasi yang utilisasi-nya tidak begitu tinggi.
·         Perlu dibuat model bisnis yang sama-sama menguntungkan bagi operator pemilik jaringan maupun operator yang menumpang. Bisa dipertimbangkan strategi sbb:
1.      Jika ada operator yang mengajukan izin untuk melakukan pembangunan jaringan baru maka Pemda akan mengumumkan ke publik mengenai rencana tersebut dan tawaran untuk bekerjasama.
2.      Setelah itu masuk periode masa tunggu 2 minggu. Apabila ada operator/pihak lain yang tertarik juga untuk membangun di lokasi tersebut maka mereka akan bekerjasama untuk membangun jaringan. Hak pembangunan dan maintenance setelah pembangunan pada operator yang mengajukan izin pertama.
3.      Apabila dalam 2 minggu tidak ada respon dari pihak lain, maka operator yang mengajukan izin pertama dipersilakan untuk memulai pembangunan dengan  menandatangani kesepakatan untuk menyediakan beberapa core spare untuk alokasi operator yang kemungkinan akan menumpang di kemudian hari.
·         Jika terjadi kerjasama tumpang jaringan harus dibuat perhitungan pembayaran yang saling menguntungkan. Berikut contoh pilihan perhitungan pembayaran operator yang menumpang ke pemilik jaringan:
1.      Presentase CAPEX pembangunan jaringan
Sewa 2 core dari total 48 core = 2/24*CAPEX + maintenance fee bulanan
2.      Sewa dark fiber = Biaya sewa /km/tahun (termasuk maintenance fee)
·         Keuntungan bagi operator pemilik adalah tambahan pendapatan yang diasumsikan sebagai pengurangan CAPEX untuk pembangunan jaringan. Keuntungan bagi operator penumpang adalah mengurangi waktu dan biaya pembangunan.
·         Aplikasi strategi ini bisa diterapkan untuk seluruh jaringan terutama pada daerah yang penetrasi pembangunannya kurang.
3.      Penmbuatan database yang akurat dan jelas mengenai jaringan fiber yang sudah ada (existing) baik bawah tanah maupun kabel udara/aerial juga database jaringan bawah tanah lainnya seperti: PDAM, saluran air kotor, PLN.
·         Tujuan: Menghindari kerusakan jaringan fiber optik apabila akan dilaksanakan pembangunan jaringan lain di lokasi yang sama. Yang tak kalah penting adalah melakukan koordinasi secara rutin misalnya dengan pertemuan bulanan dengan pihak-pihak terkait seperti Dept PU, PDAM, PLN untuk membahas rencana pembangunan.
·         Tujuan lainnya masih berkaitan dengan point (2) yaitu untuk menghindari tumpang tindih jaringan dan kemungkinan melakukan kerjasama pembangunan.
4.      Penyusunan peraturan teknis pelaksanaan pembangunan jaringan fiber optik yang mencakup pelaksanaan galian, kedalaman, material penutup, teknik penutupan.
·         Tujuan: Menentukan standar kualitas pembangunan jaringan sehingga jaringan tidak mudah terganggu dan estetika kota terjaga.  Tujuan akhirnya tentu saja masyarakat sebagai end user dapat menikmati hasilnya berupa layanan telekomunikasi yang baik.
·         Peraturan dilengkapi dengan sanksi dimana kontraktor yang melanggar tidak akan diberi izin membangun di daerah tersebut dan masuk daftar hitam yang akan menjadi referensi di daerah-daerah lain.
Demikian kondisi ideal dimana pemerintah pusat, daerah dan operator telekomunikasi bisa bersinergi membangun infrastruktur telekomunikasi. Mengingat perkembangan telekomunikasi yang sangat cepat, sudah seharusnya pemerintah pun segera merealisasikan hasl tersebut.
Kesimpulan
Pembangunan jaringan fiber optik membutuhkan perencanaan yang matang dan komprehensif. Sesuai dengan amanat undang-undang, pemerintah harus memanfaatkan sumber daya ini untuk kepentingan rakyat. Pemerintah dapat mengambil peran sebagai developer dan regulator. Sebagai developer, pemerintah sebaiknya turut berpastisipasi dalam pembangunan national backbone yang membutuhkan alokasi dana yang tidak sedikit. Sebagai regulator, pemerintah harus dapat membuat regulasi yang jelas agar pembangunan jaringan lebih terencana dan memudahkan untuk perawatan dalam operasional jaringan.
Terima Kasih http://www.manajementelekomunikasi.org
BACA JUGA:

Rangkaian Regulator Penyesuai Tegangan

Rangkaian Regulator Penyesuai Teganganmerupakan perangkat elektronika yang dapat menyuplai arus searah atau DC agar perangkat yang terdapat dalam elektronik dapat bekerja dengan baik. Komponen yang merupakan sumber catu daya DC yang paling baik adalah baterai atau accu. Namun, untuk pengaplikasian membutuhkan catu daya lebih besar, sehingga sumber dari baterai saja tidak cukup.

Sumber catu daya yang paling besar dan baik di gunakan adalah sumber arus bolak-balik AC (alternating current) yang merupakan sumber dari pembangkit tenaga listrik. Untuk dapat menggunakan pembangkit tenaga listrik, di perlukanlah suatu perangkat catu daya yang dapat mengubah arus AC (alternating current) menjadi arus DC (direct current).

Rangkaian Regulator penyesuai tegangan biasanya menggunakan power supply stabil dan juga dioda zener sebagai stabilisator tegangan. Untuk dapat mengontrol tingkat presisi yang lebih tinggi, maka dapat kita gunakan pengatur tegangan. Komponen regulator yang di gunakan adalah sebuah IC yang seringkali memiliki tiga kaki terminal dan memiliki bentuk yang hampir mirip dengan sebuah transistor daya.

Rangkaian penyearah di katakan bagus apabila tegangan ripple-nya kecil. Jika tegangan PLN naik turun, maka tegangan outputnya juga akan naik turun. Apabila arus yang mengalir semakin besar, tegangan DC keluarnya juga ikut turun. Perubahan aplikasi tegangan ini cukup mengganggu, sehingga di perlukan komponen aktif yang dapat meregulasi tegangan ini menjadi stabil.

Berikut ini Gambar skema Rangkaian Regulator Penyesuai Tegangan :

Rangkaian Regulator Penyesuai Tegangan

MSK5012 adalah pengatur tegangan yang disesuaikan yang sangat handal. Yang outputnya dapat diprogram dengan menggunakan dua resistor. Regulator ini memiliki tegangan dropout sangat rendah (0.45v @ 10A) karena penggunaan MOSFT dengan RDS sangat rendah. MS5012 ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan penolakan riak  sekitar 45dB. Ini tersedia dalam paket 5  pin elektrik terisolasi dari sirkuit internal. Ini memberikan kita kebebasan untuk masuk IC langsung ke heat sink dan heat sink semacam ini langsung meningkatkan disipasi panas.

Tegangan keluaran dari rangkaian ini disesuaikan dari 1.3v sampai 36V DC. Resistor R1 dan R2 digunakan untuk pemrograman voltage. Untuk semua aplikasi, nilai R2 adalah tetap  10K. Hubungan antara R1, R2 dan output tegangan Vout adalah menurut persamaan R1 = R2 (Vout/1.235) -1. C1 adalah sebuah filter kapasitor yang juga merupakan bagian dari sirkuit drive gerbang MOSFET. Sekitar tiga kali tegangan input akan muncul di seluruh kapasitor ini dan rating tegangannya harus sesuai pilihan. C2 adalah  filter input kapasitor sedangkan C3 merupakan filter output kapasitor.

Baca Juga:

terima kasih kepada:http://elektronikadasar.net

Mini Audio Amplifier

Mini Audio Amplifieradalah rangkaian penguat audio sederhana dan sangat murah harganya yang berfungsi untuk memperkuat sinyal dari sumber-sumber sinyal yang masih kecil, sehingga dapat mengeluarkan suara dengan level tertentu. Rangkaian audio amplifier dapat di buat berdasarkan pada semikonduktor IC TDA7052. Rangkaian amplifier mini ini bahkan dapat di jalankan dari baterai cell.

IC TDA7052 yang terdapat pada mini audio amplifier adalah penguat output mono yang datang dalam paket DI Package (DIP). Perangkat ini di rancang hanya untuk di operasikan dengan baterai. Fitur yang terdapat pada IC ini tidak ada komponen eksternal yang di perlukan, tidak ada suara klik switch-on atau switch-off, stabilitas yang dimiliki bagus, sangat rendah konsumsi daya, rendah THD, tidak memerlukan lempeng pendingin dan hubungan arus pendek.

Berikut ini kami tampilkan gambar skema mini audio amplifier :

Mini Audio Amplifier

Bagian-bagian yang terdapat pada skema audio amplifier adalah input sinyal yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Bagian input sinyal harus mampu mengadaptasi sinyal tersebut sehingga sama pada saat di masukan ke penguat awal atau penguat depan (pre-amp).

Power Supply merupakan rangkaian pencatu daya untuk semua rangkaian. Secara umum power supply mengeluarkan dua jenis output, yaitu output teregulasi dan tidak teregulasi. Output teregulasi dipakai untuk rangkaian pengatur nada dan penguat awal, sementara rangkaian power supply tidak teregulasi dipakai untuk rangkaian power amplifier.

Keuntungan dari penggunaan IC TDA7052 adalah tetap secara internal pada 40 dB. Untuk mengimbangi pengurangan daya output karena tegangan rendah TDA7052 menggunakan prinsip Bridge-Tied Load (BTL) yang dapat memberikan output sekitar 1 sampai 2 W RMS (THD = 10%) menjadi beban 8 Ohm dengan power supply dari 6 V.

Rangkaian potensiometer dapat di gunakan untuk mengontrol volume C1 dan C2. Kapasitor yang di maksudkan disini adalah untuk menyaring supply voltage jika baterai eliminator yang digunakan sebagai sumber operasi. Untuk pasokan audio amplifier yang menggunakan batere,  C1 dan C2 tidak diperlukan.

Demikian penjelasan singkat mengenai Mini Audio Amplifier, semoga artikel mini amplifier kali ini berguna dan bermanfaat bagi anda yang sedang mencari informasi tentang audio amplifier. Baca juga artikel lainnya tentang Power Amplifier 14 Watt IC TDA2030.

Baca Juga:

Pesawat Anak Negeri yang Memberi Kebanggaan Bangsa Lain

CN-235 korsel di indonesiaproud.wordpress.com

Dalam kesempatan kunjungan resmi ke Korea Selatan sebagai kepala staf Angkatan Udara Republik Indonesia, salah satu acara formal adalah mengunjungi lokasi strategis Angkatan Udara Korea di luar Kota Seoul.

Perjalanan ke tempat tersebut dilakukan menggunakan pesawat helikopter yang berpangkalan di salah satu pangkalan udara yang berdampingan dengan Air Force Base, unit dari Angkatan Udara Amerika Serikat.

Selesai acara resmi, rombongan kami saat itu tertunda lebih kurang satu jam dalam jadwal perjalanan kembali ke Seoul karena cuaca yang berubah buruk.

Seorang kolonel menghadap saya menjelaskan bahwa perjalanan kembali ke Seoul tidak dapat dilaksanakan menggunakan helikopter atau pesawat rotary wing yang tadi.

Disebutkan alasannya adalah pesawat tersebut tidak bisa terbang tinggi berhubung dengan perkembangan keadaan cuaca yang memburuk. Markas Besar di Seoul memerintahkan untuk mengirim sebuah pesawat fixed wing VIP menjemput saya dan rombongan.

Setelah pesawat siap, kami pun segera bergegas menuju tempat parkir pesawat. Agak sedikit kaget karena ternyata pesawat fixed wing VIP yang disiapkan tersebut ternyata dari jenis CN-235.

Selesai melaksanakan penghormatan berjajar sesuai dengan prosedur pemberangkatan VIP, sang Captain Pilot dengan tersenyum lebar mendekat ke saya dengan mengatakan penuh bangga bahwa saya akan diantar kembali ke Seoul dengan pesawat fixed wing terbaik yang tersedia di Korea Selatan dan itu adalah pesawat terbang “asli” buatan negara anda! Terharu dalam hati, saya tersenyum sejenak dan mulai meneliti interior CN-235 yang sama sekali belum pernah saya saksikan sebelumnya.

Tidak bisa saya sembunyikan kekaguman terhadap desain interior CN-235 VIP Angkatan Udara Korea Selatan ini. Konon, belakangan setelah itu, saya memperoleh informasi bahwa desain dan perlengkapan VIP interior CN-235 tersebut adalah produk dari pesanan khusus Pemerintah Korea Selatan kepada pihak PTDI.

Terus terang, sangat mewah untuk ukuran Indonesia dan yang istimewa adalah sangat bersih, termasuk lantainya. Yang sangat mengharukan saya adalah melihat bagaimana para awak pesawat bertugas di pesawat itu dengan penuh kebanggaan. Bertugas menerbangkan VIP dengan pesawat khusus buatan Bandung!

Di pertengahan masa jabatan saya lainnya, Panglima Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) berkunjung tidak resmi ke Surabaya dengan transit semalam di Jakarta. Saya datang menemuinya di salah satu hotel di Jakarta Pusat.

Ada rasa ingin tahu, apa gerangan yang menjadi acara penting Panglima ke Surabaya. Ternyata, Panglima TUDM beserta satu set kru lainnya hendak berlatih simulator CN-235 di Surabaya.

Saya bertanya kepada Panglima, Jenderal Dato’ Suleiman, jam berapa tiba dan menggunakan apa? Surprise sekali saya memperoleh jawaban ternyata Panglima mengemudikan sendiri pesawat CN-235 TUDM VIP dengan menyertakan dua co-pilot yang akan berlatih simulator di Surabaya.

Jenderal Dato’ Suleiman menceritakan kepada saya betapa dia sangat menikmati terbang dengan CN-235. Saya tidak punya rating/ kemampuan menerbangkan CN-235 karena sebagian besar perjalanan terbang saya adalah menerbangkan C-130 Hercules.

Secara kebetulan, Jenderal Dato’ Suleiman juga mempunyai rating pesawat Hercules. Dengan demikian saya dapat mendiskusikannya agak lebih teknis apa yang dimaksudkannya “nikmat” menerbangkan CN-235 dengan membandingkannya dengan Hercules.

Diskusi berakhir dengan pernyataan Panglima TUDM yang sangat saya percaya jauh dari basa-basi bahwa secara teknis, menerbangkan CN-235 tidaklah kalah menyenangkan dari menerbangkan Hercules.

Dia menutup dengan hal yang sangat mengharukan hati saya bahwa seluruh warga TUDM sangat berbangga hati memiliki dan mengoperasikan pesawat CN-235 produksi dari bangsa serumpun!

Dari dua uraian ilustrasi tadi, kiranya telah lebih dari cukup untuk mewakili refleksi dari beberapa negara lainnya di kawasan Asia Pasifik yang juga menggunakan pesawat buatan anak bangsa CN-235.

Pesawat tersebut telah membuktikan dirinya, betapa kelas dari hasil jerih payah putra sang Ibu Pertiwi sudah memperoleh pengakuan de facto di panggung global.

Sangat disayangkan, kini justru di negeri sendiri kita mulai sulit untuk dapat menyaksikan CN-235 membelah angkasa Nusantara, menjaga persada. Sangat berbeda kehadiran CN- 235 bila dibandingkan dengan pesawat Casa-212 yang juga keluar dari kandungan PTDI.

CN-235 dari sejak awal memang telah lahir dari kerja keras dan olah pikir anak-anak kebanggaan kita. Lahir dari pemikiran orisinal sejak desain dasar pesawatnya, bukan sekadar kerja yang mencampur “asem dengan beling” alias assembling alias “jahit obras” belaka. Tidak berlebihan kiranya bila banyak pihak yang masih saja menginginkan produk kebanggaan seperti ini dapat diteruskan.

Diteruskan yang memang pasti membutuhkan tekad kuat yang harus dilandasi dengan rasa bangga atas karya sendiri. Yang memang diperlukan adalah spirit dan daya juang untuk bertempur dalam kancah persaingan internasional dibandingkan dengan hanya mencari kemudahan melalui kerja ringan memoles saja karya negara lain untuk diluncurkan melalui jalur assembly-lineaircraft manufacturer yang bernama PTDI.

Mudah-mudahan kita ini semua tidak mudah untuk selalu tergoda dengan “jalan pintas” yang selalu saja merangsang alias “menggiurkan” itu.

Sumber:http://indonesiaproud.wordpress.com/

 

BACA JUGA:

Bendera Pengunjung

Flag Counter

TRANSLATOR

kalender

November 2017
M S S R K J S
« Agu    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Ayo Gabung dengan yang lainnya
Masukan Alamat Email mu

Bergabunglah dengan 1.906 pengikut lainnya