Sedang Dibaca
KAMPUS

Meneladani Wallace di Unhas

Foto : Andi Aisyah (okezone)

Di abad 19, Alfred Russel Wallace berhasil menemukan 150 ribu spesies melalui teknologi yang sangat sederhana. Mengapa justru saat ini, ketika zaman sudah semakin maju, peneliti dan akademisi tidak mampu melakukan hal serupa atau bahkan melampauinya?

Hingga kini, pertanyaan itu tidak kunjung terjawab. Menurut Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Idrus Patturusi, permasalahan tersebut dapat terjawab ketika para peneliti dan akademisi meneladani para peneliti terdahulu. “Para peneliti dan akademisi harus belajar dari para peneliti dan penjelajah seperti Alfred Russel Wallace dan penemu teori evolusi Charles Darwin,” papar Idrus dalam simposium internasional bertajuk “Wallace Darwin Science Symposium” di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas, Makassar, kemarin.

Pada simposium yang mengusung tema “Understanding and Sustaining the Biodiversity and Ecosystem for Human Well Being” Idrus berharap dapat memberikannya dorongan positif dan motivasi kepada para peneliti dan akademisi Unhas. Khususnya untuk terus mengembangkan potensi dan keilmuan sesuai dengan teladan Wallace dalam mengembangkan sains.

Simposium ini merupakan kali keempat yang terselenggara atas kerjasama Unhas dengan Charles Darwin University (CDU) sejak berdirinya Wallace Foundation. Mantan Presiden RI B J Habibie, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia Sangkot Marzuki, dan Rektor Unhas Idrus Patturusi disebut sebagai pemrakarsa lembaga yang didirikan pada enam tahun silam itu.

Beberapa pembicara dalam kagiatan tersebut, yakni arkeolog dari Charles Darwin University Australia Michael Morwood, sejarawan dari National University of Singapore John Wyhe, Conservation Planner dari James Cook University Australia Bob Pressey, dan seorang ahli biologi karang dari University of Essex Inggris David Smith. Selain pembicara dari luar negeri, akademisi dari Unhas Jamaluddin Jompa juga turut memberi materi dalam simposium tersebut.

Sebanyak 300 peserta berasal dari dalam dan luar negeri mengikuti simposium kali ini. Jumlah ini merupakan jumlah peserta terbanyak dibanding simposium yang diadakan sebelumnya. Kehadiran banyaknya peserta menunjukkan kepedulian terhadap kelangsungan sistem sosial-ekologi, khususnya di Garis Wallace.

Diketahui, Alfred Russel Wallace lahir 8 Januari 1823 di Monmouthshire dan wafat 7 November 1913 di Dorset. Dia merupakan seorang naturalis Inggris, penjelajah, antropolog, dan ahli geografi dan biologi. Namanya terkenal karena secara independen dia yang pertama kali mengajukan teori evolusi berdasarkan seleksi alam yang kemudian mendorong Charles Darwin mempublikasikan sebuah teori tersendiri.

Wallace sangat tertarik dengan ide-ide yang tidak konvensional. Dia disebut sebagai “Bapak Biogeografi”. Dia pula yang memperkenalkan istilah ‘Kepulauan Melayu’ (Malay Archipelago) di mana dia membuat Garis Wallace berdasarkan identifikasi saintifik terhadap spesies yang hidup di dua bagian wilayah Indonesia. Selain menulis karya ilmiah, Wallace seorang aktivis sosial yang kritis terhadap apa yang dianggap sebagai suatu sistem sosial dan ekonomi yang tidak adil pada abad ke-19 di Inggris.

Terima Kasih Okezone

Ingat Komentarnya ya…Terima Kasih…

BACA JUGA:

About PNG-PUSTAKA

Berkarya Adalah Prestasi yang Luar Biasa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bendera Pengunjung

Flag Counter

TRANSLATOR

kalender

September 2012
M S S R K J S
« Agu   Okt »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Lebih Dekat Lagi

Ayo Gabung dengan yang lainnya
Masukan Alamat Email mu

Bergabunglah dengan 1.906 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: