Sedang Dibaca
KAMPUS

Unhas-Universitas Kyoto Gelar Workshop Internasional

Ilustrasi: ist.

Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerjasama dengan Universitas Kyoto mengelar Workshop internasional tentang manusia dan kebertahanan lingkungan. Mengambil tema “Berpikir untuk Pengembangan Berkelanjutan untuk Keberlangsungan Kepulauan di Wilayah Asia Tenggara”, workshop yang digelar belum lama ini dihadiri oleh para dosen, peneliti, dan perwakilan mahasiswa dari Unhas dan Universitas Kyoto.

Kalangan civitas akademika seperti Wakil Rektor I Bidang kemahasiswaan Unhas, Prof. Dr.Eng. Dadang Ahmad Suriamiharja, M.Eng. serta beberapa dosen dan peneliti Unhas Dr. Andi Amri, Dr. Burhanuddin Rasyid, dan Dr. Novaty Eny Dungga sebagai pembicara. Tampak Dr. Takuro Furusawa dan Dr. Osamu Kozan mewakili Asian And African Area Studies Kyoto University (ASAFAS) dan Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Universitas Kyoto. Mereka didampingi dua peneliti muda dari Universitas Kyoto,  Ryosuke Kajita dan Takaki Hirose. Bertindak sebagai moderator, Dr. Andi Amri.

ASAFAS&CSEAS merupakan dua lembaga yang berada di bawah naungan Universitas Kyoto. ASAFAS menjadi pusat studi tentang wilayah Asia dan Afrika yang dikelola oleh Program Pendidikan Pascasarjana Universitas Kyoto, sedangkan CSEAS adalah Pusat Studi tentang Asia Tenggara yang juga dikelola oleh Univesitas Kyoto.

“Workshop ini merupakan salah satu bentuk kerjasama Unhas dengan Universitas Kyoto. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan  menjadi sarana berbagi ilmu dan pengetahuan, khususnya tentang hal-hal yang berkaitan dengan manusia dan lingkungan,” tukas Wakil Rektor I Bidang kemahasiswaan Unhas, Prof. Dr.Eng. Dadang Ahmad Suriamiharja, M.Eng.

Lebih lanjut dipaparkan, melalui Workshop internasional kali ini, para peserta yang turut serta dapat mendapatkan pengetahuan baru tentang hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan dan keadaan iklim di wilayah Asia Tenggara. Sebab Indonesia ialah salah satu negara dengan curah hujan yang terbesar di Asia Tenggara.

“Melalui kegiatan ini para peneliti maupun civitas academica dapat memperoleh pengetahuan baru, misalnya saja istilah “survivable” atau kebertahanan, hal ini merupakan istilah baru yang dikemukakan oleh para pembicara,” sambungnya.

Prof. Dadang mengimbuh, untuk ke depannya kegiatan seperti ini akan dilaksanakan secara berkala dan selanjutnya Unhas akan kembali bekerjasama dengan Universitas Kyoto mendatangkan lebih banyak ahli untuk berbagi ilmu dan pengalaman.

Sumber: Okezone Kampus

BACA JUGA:

About PNG-PUSTAKA

Berkarya Adalah Prestasi yang Luar Biasa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bendera Pengunjung

Flag Counter

TRANSLATOR

kalender

September 2012
M S S R K J S
« Agu   Okt »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Lebih Dekat Lagi

Ayo Gabung dengan yang lainnya
Masukan Alamat Email mu

Bergabunglah dengan 1.906 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: