Sedang Dibaca
TEKNOLOGI DAN SAINS

Graha Robotika Lahirkan Tukang Robot Andal

Robot identik dengan mainan anak-anak berteknologi. Dengan bentuk yang berbeda dari tokoh-tokoh robot idola, sekelompok mahasiswa dari Fakultas Teknik UGM berhasil menyalurkan hobi utak-atik mesin menjadi robot sekaligus memperoleh prestasi karena karyanya.

Kelompok yang tergabung dalam Graha Robotika itu setidaknya sudah menyabet jawara pada Kontes Robot Nasional 2012 divisi Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) kategori Pemadam Api Berkaki yang digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, awal bulan ini.

“Karya yang menang itu Robot 1-DA, yang berhasil menjalankan misinya mencari dan memadamkan api lilin dalam arena berbentuk simulasi interior rumah dalam waktu tercepat dibandingkan lawan-lawannya,” ujar salah satu anggota tim, Bachtiar Chandra Permana, pekan lalu.

Kemenangan yang diperoleh 1-DA menurut Bachtiar tidak lepas dari kerja keras tim dan dukungan banyak pihak yang membimbing. Selain itu, katanya, pengalaman menjadi salah satu kunci keberhasilan. Pasalnya tim Graha Robotika sebelumnya juga telah belajar dari karya pada Kontes Robot Tingkat Regional di Semarang.

Diketahui, awalnya robot terlihat melaju agak lamban sehingga dilakukan pembenahan program agar hasilnya lebih maksimal. Hasilnya, utak atik perangkat membuahkan kemenangan karena robot bisa melaju cepat. Dan berkat kemenangan tersebut, 1-DA akan mewakili Indonesia pada kompetisi Trinity College Fire-Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) 2013 di Amerika Serikat.

Selain Bachtiar dari D3 Teknik Elektro, tim inti robot yaitu Malik Khidir dari Elektronika dan Instrumentasi 2009 dan Agys Badruzzaman dari Teknik Mesin 2010. “Selain karena kompetisi, tentu saja apa yang kami lakukan adalah karena hobi menyukai robot dan tentang mesin perangkatnya,” kata Bachtiar.

Karena hobi dan kegemaran mencari hal baru itulah, kelompok mahasiswa dari Teknik elektro dan teknologi informasi menampilkan juga koleksi robot dan program aplikasi visual di stan mereka, di Grha Sabha Permana, pekan lalu. “Kami belajar merakit juga karena hobi, kami membuat program juga hobi, selain memang ada tugas dari kuliah,” kata Malik.

Dalam pameran karya itu, stan banyak dikunjungi anak-anak yang sekaligus memainkan robot dengan alat bantu remote control. Selain itu, untuk penggunaan program visual, pengunjung bisa langsung melihat hasil pemrograman yang tampak dari layar monitor. “Aku seneng karena bisa mainan kayak di televisi, tubuh aku terlihat ada yang menyala seperti super hero, lawan aku juga bisa keluarkan bola api,” kata Ilham, bocah yang mengunjungi stan.

Sementara, untuk menyatukan kegemaran, misi dan karya, kelompok mahasiswa teknik telah memiliki Graha Robotika yang berlokasi di lantai tiga Perpustakaan Unit II UGM. Graha terbentuk karena melihat perkembangan robotika sebelumnya masih terpecah-pecah antarfakultas dan jurusan sehingga kurang efektif dan efisien.

sumber: solopos.com

Baca Juga:

 

About PNG-PUSTAKA

Berkarya Adalah Prestasi yang Luar Biasa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bendera Pengunjung

Flag Counter

TRANSLATOR

kalender

Juli 2012
M S S R K J S
« Jun   Agu »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Lebih Dekat Lagi

Ayo Gabung dengan yang lainnya
Masukan Alamat Email mu

Bergabunglah dengan 1.906 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: