Sedang Dibaca
ARTIKEL ELEKTRO

Peluncuran Telkom-3 mundur karena roket rusak

Peluncuran satelit Telkom-3 milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk kembali mundur dari jadwal semula pada pertengahan Juni 2012.

“Peluncuran satelit Telkom-3 terpaksa mundur lagi karena ada kerusakan pada roket peluncurnya,” kata Direktur Keuangan Telkom, Honesti Basyir, di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Rabu.

Menurut Honesti, kepastian kerusakan roket peluncur diketahui pada awal Juni 2012 setelah roket yang dimaksud akan digunakan oleh salah satu perusahaan.

“Ada perusahaan yang mau meluncurkan satelit sebelum kami (Telkom). Tapi ternyata roketnya mengalami kerusakan. Perusahaan dari negara mana, saya tidak tahu,” ujar Honesti.

Untuk itu ia menjelaskan, Telkom masih menunggu hasil investigasi sampai semua “clear” sekaligus memastikan kapan satelit tersebut dapat diluncurkan.

Diketahui sejak tahun 2008, Telkom bersama dengan perusahaan satelit Rusia, Retshesnev, membangun satelit Telkom-3 dengan investasi sekitar 200 juta dolar AS.

Sedianya ditargetkan meluncur pada Agustus 2011, namun mengalami penundaan menjadi akhir 2011 meskipun terpaksa diundurlagi menjadi akhir sekitar Juni 2012.

Satelit Telkom-3 berkapasitas 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri atas 24 transponder @36MHz Standart C-band, 8 transponder @54 MHz Ext, C-band, dan 4 transponder @36 MHz, 6 transponder @54 MHz Ku-Band.

Dari 42 transponder satelit Telkom-3 tersebut, sebanyak 40-45 persen atau sekitar 20 transponder akan dikomersilkan, sedangkan sisanya untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom Group.

Adapun cakupan geografis satelit Telkom 3 mencakup Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext C-band (Indonesia dan Malaysia), serta Ku-Band (Indonesia).

Menurut Honesti, penundaan pengorbitasn satelit merupakan hal yang biasa dalam industri satelit. “Bahkan menit-menit terakhir bisa dibatalkan baik karena teknis maupun karena masalah cuaca.”

Meski demikian ia mengakui, akibat penundaan tersebut tetap mengalami kerugian meskipun dalam jumlah kecil.

“Pasti ada kerugian, Tapi kita kan masih memiliki satelit yang saat ini beroperasi yaitu Telkom-2,” ujarnya.

Ketika ditanya mengapa Telkom memilih perusahaan Rusia untuk membangun satelit Telkom-3, Honesti mengatakan, bahwa Rusia memiliki teknologi ruang angkasa yang sudah bagus namun harganya murah.

“Pemilihan perusahaan Rusia dilakukan melalui “bidding”, bukan penunjukan langsung,” kilahnya.

Sumber:antaranews.com

About PNG-PUSTAKA

Berkarya Adalah Prestasi yang Luar Biasa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bendera Pengunjung

Flag Counter

TRANSLATOR

kalender

Juli 2012
M S S R K J S
« Jun   Agu »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Lebih Dekat Lagi

Ayo Gabung dengan yang lainnya
Masukan Alamat Email mu

Bergabunglah dengan 1.906 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: